Pertumbuhan Penduduk

Sunday, March 31, 2013






Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. (menurut Wikipedia)
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. (menurut MKDU ISD)

Berikut merupakan faktor-faktor dari pertumbuhan penduduk :
  1. Kelahiran
 Kelahiran dapat dikatakan sebagai faktor pertumbuhan penduduk yang paling tinggi. Bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah dapat dipastikan dengan melihat angka kelahiran di wilayah tersebut.
 Angka kelahiran di Indonesia cenderung tinggi. Hal ini disebabkan masih terbatasnya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia itu sendiri. Pemerintah telah mengupayakan untuk menekan angka kelahiran di Indonesia dengan melakukan berbagai macam program. Walaupun masih belum mendapatkan hasil maksimal.

  1. Kematian
Faktor lainnya yang merupakan faktor pertumbuhan penduduk adalah kematian. Angka kematian berpengaruh terhadap penurunan jumlah angka pertumbuhan penduduk di suatu wilayah. Berbeda dengan angka kelahiran yang merupakan faktor bertambahnya pertumbuhan penduduk. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa bila kelahiran lebih besar dari pada kematian maka angka pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan bila sebaliknya maka angka pertumbuhan penduduk rendah.

  1. Migrasi
 Migrasi disebut juga dengan perpindahan penduduk. Yang dimaksud dengan migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia migrasi dibagi menjadi 2 yaitu Migrasi seumur hidup dan Migrasi risen. Migrasi seumur hidup adalah migrasi dimana tempat tinggal seseorang pada saat pencacahan berbeda dengan tempat lahirnya sedangkan Migrasi risen adalah migrasi dimana tempat tinggal seseorang pada saat pencacahan berbeda dengan tempat tinggalnya 5 tahun yang lalu.

 Migrasi memiliki beberapa jenis atau macamnya, yaitu :
  • Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari wilayah berpenduduk padat ke wilayah yang berpenduduk minim atau tidak ada sama sekali
  • Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota
  • Imigrasi,  yaitu perpindahan seseorang dari suatu negara kenegara lain dimana ia bukan merupakan warga negara
  • Emigrasi, yaitu tindakan seseorang untuk meninggalkan negaranya untuk menetap di negara tujuan

Migrasi merupakan faktor pertumbuhan penduduk yang menentukan bertambah atau berkurangnya jumlah pertumbuhan penduduk. Bila migrasi tidak terkontrol maka dapat dipastikan dapat terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk.


Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk :
  • Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
  • semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
  • Angka pengangguran meningkat
  • Angka kesehatan masyarakat menurun
  • Angka kemiskinan meningkat
  • Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
  • Ketersediaan pangan sulit
  • Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
  • Angka kecukupan gizi memburuk
  • Muncul wanah penyakit baru
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
  1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
  2.  Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
  3.  Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
  4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan. Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

Narasumber : vionaonha

0 comments: